Warta

Selamatkan Generasi Muda, MWCNU Tlanakan Bentuk JQH

TLANAKAN (NB)- Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, menjadi pioner terbentuknya Pimpinan Anak Cabang (PAC) Jam’iyatul Qurra wal Huffadz (JQH) NU di Kabupaten Pamekasan.
Sebab, di lingkungan PCNU setempat, kelompok yang memiliki konsentrasi dalam pengembangan kajian dan hafalan Alquran tersebut, baru terbentuk di tingkat kabupaten, sementara di tingkat kecamatan, hanya di Kecamatan Tlanakan.
Hal itu dikatakan Ketua PC JQH NU Pamekasan, K.Khoirul Amin saat menfasilitasi pembentukan Pimpinan Anak Cabang JQH NU Tlanakan, di Desa Bukek, Sabtu (4/4/2021).
“MWCNU Tlanakan memulai lebih awal dari MWC lainnya di Pamekasan dalam membentuk JQH NU,” katanya.
Menurutnya, MWC lainnya patut menyontoh terobosan yang dilakukan MWCNU Tlanakan dalam membentuk organisasi para hafidz dan qari’ tersebut, karena potensi tersebut dimiliki semua MWCNU di Pamekasan.


“Kami berharap, ini menjadi awal yang baik bagi terbentuknya organisasi ini di MWCNU lainnya di Pamekasan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua MWCNU Tlanakan, Abdul Halik Muzakki, mengatakan pembentukan JQH tersebut berangkat dari kekawatiran terhadap maraknya gerakan kelompok tertentu yang membungkus misinya dengan pengembangan dan pembinaan baca-tulis serta hafalan Alquran.
Dikawatirkan, sebagian warga NU yang memiliki perhatian terhadap pendidikan Alquran bagi anak-anak mereka, tertarik dengan program tersebut, hingga akhirnya terjadi penggerogotan generasi muda NU.


“Anak-anak warga NU yang ikut program tersebut, bukan tidak mungkin secara perlahan akan dijauhkan dari NU, mulai dari amaliyahnya hingga akhirnya aqidahnya. Jika ini terjadi, bukan tidak mungkin NU akan kehilangan salah satu tiang, yakni generasi penerusnya,” kata pria yang biasa disapa Kiai Halik tersebut.
Karenanya, jelas dia, organisasinya bergerak cepat membentuk JQH untuk mengimbangi gerakan kelompok-kelompok tersebut.
Ia berharap, JQH yang baru dibentuknya tersebut segera melakukan gerakan melalui program-program pendidikan Alquran yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Di JQH ada bidang yang memungkinkan bekerjasama dengan pondok-pesantren dan lembaga pendidikan. Bahkan JQH juga bisa bekerjasama dengan badan otonom lain di MWCNU Tlanakan untuk kegiatannya,” jelas Kiai Halik.


Dalam rapat pembentukan yang dihadiri pengurus harian MWCNU Tlanakan, perwakilan pimpinan PC JQH NU Pamekasan dan sejumlah tokoh masyarakat tersebut, disepakati KH. Muzayyin Dasuki, pengasuh Ponpes Bustanul Jadid, Desa Bukek sebagai ketua. Sementara jajaran pengurus diisi sejumlah hafidz dan hafidzah, qari dan qari’ah serta praktisi pengembangan pendidikan Alquran dari ranting NU di Kecamatan Tlanakan. (…..)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

TERPOPULER

To Top