Warta

Jelang Pemilu 2024, IPNU IPPNU Komisariat IAIN Madura gelar Kajian dan Deklarasi Politik.

Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama’ (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama’ (IPPNU) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura menggelar Kajian dan Deklarasi Politik, Jum’at (12/01/2024), di Cafe Bezkem Pamekasan.

Ketua Komisariat IPNU IAIN Madura, Rekan Ach. Bukhori menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai internalisasi nilai nilai politik Nahdlatul Ulama’ bagi kepengurusan IPNU IPPNU IAIN Madura menjelang pemilu 2024 mendatang.

“Pemilu sudah dekat, sehingga kami rasa perlu menginternalisasikan nilai nilai politik NU & mendeklarasikannya bahwa kami memegang teguh nilai nilai tersebut”, Ujar Mahasiswa Prodi TBI tersebut.

Intan Yunianti juga menegaskan bahwa kader NU khususnya yang tergabung di kepengurusan IPNU IPPNU IAIN Madura harus tegak lurus dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama’ (PBNU).

“Enaknya mahasiswa NU, apalagi yang tergabung di IPNU IPPNU ya disitu, posisi kita adalah Banom dari Nahdlatul Ulama’ atau NU. Sehingga kita tidak perlu ambil pusing dalam bersikap dan bertindak pada pemilu 2024. Cukup Sami’na Wa Atha’na ke PBNU saja”. Tegas Ketua Komisariat IPNU IAIN Madura tersebut.

K. Sya’roni yang hadir sebagai Narasumber menyampaikan bahwa tipe politik Nahdlatul Ulama’ yang harus diketahui oleh Kader Kader NU adalah tipe politik Aaliyah – Samiyah.

“Nah, begini. Kalau kita berbicara politik. Politik itu ada dua. Pertama, politik Aaliyah – Samiyah yaitu politik tingkat tinggi berupa politik yang berorientasi pada kesejahteraan bersama, kemajuan bersama dan kepentingan bersama. Bukan personal. Kemudian yang kedua adalah tipe politik safaliyah yaitu politik tingkat rendah. Berupa politik praktis yang orientasinya adalah kekuasaan dan kepentingan personal. Politik yang terkandung dalam NU adalah tipe politik yang pertama tersebut”, Ungkap Pengurus PC NU Pamekasan tersebut.

Ketua PC IPNU Pamekasan, Muhammad Samin berpesan Kader IPNU harus menjadi bagian dari suksesnya pemilu tahun 2024 dan tidak salah memilih pemimpin baik dalam Eksekutif dan legislatif.

“Kita harus berpartisipasi penuh untuk mendukung suksesnya pemilu 2024. Salah satu contohnya adalah dengan turut serta menciptakan pemilu yang damai, tidak berbuat kegaduhan. Bahkan, tak kalah pentingnya jangan sampai salah memilih pemimpin. Salah satu kriterianya harus dari kaum Nadliyyin”, Ucap Mahasiswa UIM tersebut.

Luluk Fariseh, juga menyampaikan bahwa kader IPPNU harus menjunjung tinggi netralitas dan pemilu yang Luberjurdil (Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur dan Adil).

“Jujur, sampai saat ini kami memposisikan sebagai organisasi yang netral. Maka, Kader IPPNU semuanya harus netral serta mendukung Pemilu yang Luberjurdil, terutama di Kabupaten Pamekasan wabil khusus di IAIN Madura”, Pungkas Ketua PC IPPNU Pamekasan tersebut.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TERPOPULER

To Top