Karya

JEJAK TAK TEREKAM PARA PEJUANG PR IPPNU LARANGAN TOKOL

Nb: (7 April 2022 )Keaktifan PR IPPNU tidak lepas dan sejalan dengan terpilihnya NY. SA’ADAH sebagai ketua PAC. FATAYAT TLANAKAN, keinginan kuat agar masyarakat aktif di BANOM NU Larangan Tokol disemua kalangan tidak terkecuali, untuk golongan Remaja langkah pertama adalah memprakarsai kolom rutinan IPPNU meski tidak secara struktural , hanya sebatas kolom rutinan

‘”Ketika saya menjadi ketua PAC Fatayat Tlanakan. saya mencoba untuk mengaktifkan IPPNU di larangan tokol, dengan membentuk kolom rutinan Remaja yang anggotanya santri di sisni dan Remaja sekitar ketua saya pasrahkan kepada uztadah rokayyah, setelah berjalannya waktu, ketika masa alm Mabruroh dkk kolom ini berkembang dengan merekrut anggota dari berbagai dusun” (Ny. Sa’adah Penasehat PR. IPPNU Larangan Tokol).

    PR IPPNU Larangan Tokol Secara Struktural dimulai Pada masa rekanita Almarhumah Mabruroh (Al-fatihah), kurratul aini, dan Sab’atun CS, hal ini tidak lepas dari  dengan keterlibatan dan keaktifan mereka dikepengurusan  Ancab Tlanakan yang pada saat itu antusias dan keaktifan pengurus sangat tinggi

“ Kalau tidak salah , dulu saya ikut pelantikan masal di al-Falah yang di prakarsai oleh Ancab Tlanakan, pada waktu itu hanya IPPNU, tapi kalau tidak salah ingat untuk IPNU-nya , masih belum terbentuk kepengurusan , tapi pada kenyataannya saya bekerja dan dibantu oleh syamhari untuk IPNU-nya“
(Sab’atun, Ketua Majlis Alumni PR IPPNU Larangan Tokol)

“Saya dulu sering di utus oleh Ny. Sa’adah bersama Suprapti dan Waisah, untuk hadir ketika ada acara IPPNU Di Ancab, hanya sebatas ikut saja, baru ketika kepemimpinan Rekanita Sab’atun, saya ikut terlibat dalam pencarian dana dan program resmi,baik di PR maupun di Ancab, Sab’atun adalah Ketua IPPNU pertama dilarangan Tokol yang di lantik di pelantikan massal di Al-falah” (Suhartini, Senior PR IPPNU Larangan Tokol).

“ Saya terlibat di IPPNU, Sejak kepemimpinan Yusmaniyah (2006)-Hingga Rekanita Ashimiyah (2017), Banyak suka duka, lebih tepatnya pengalaman yang sangat berharga dalam hidup, IPPNU Menguji kesabaran, kesetiakawanan dan kebersamaan antara pengurus, berasa menjadi orang penting ketika mebuat kegiatan meski kanan- kiri banyak cibiran. Pergantian ketua selalu menciptakan gaya kepemimpinan yang berbeda, namun untuk tujuan tetap sama, yakni, PR IPPNU Tetap istiqomah dan barokah, akhirnya bangga menjadi bagian dari PR. IPPNU Larangan Tokol” (Uswatun Hasanah, Sekertaris PR IPPNU Larangan Tokol 2013-2015)

“ Saya ikut IPPNU, sejak masih duduk dibangku SD, tapi itupun saya tidak tahu apaIPPNU, awalnya saya mengikuti kolom rutinan saja (2007), namun sejalannya waktu saya juga diminta ikut MAKESTA kegiatan yang diprogramkan PR.IPNU-IPPNU larangan Tokol, alhasil setelah makesta hanya mengenal istilah IPPNU tanpa mengerti Maknanya, baru setelah itu saya diikut sertakan dalam setiap program PR.IPNU-IPPNU, momen yang paling tak terlupakan adalah ketika saya dapat undangan pertama kali atas nama saya sendiri adalah ketika acara IPNU-IPPNU, kebahagian paling sederhana yang saya rasakan (Jaman Bocil). Terus dilibatkan dalam kegiatan mulai timbul rasa suka, duka, jenuh, malas, capek karna terlalu sering menerima kritikan dan pada akhirnya saya berada di titik jenuh dan ingin pensiun , disinilah kehebatan dan kecerdasan senior menciptaka jalan yang seperti tak berujung untuk saya dengan memberi tanggung jawab yang lebih besar, bukan hanya berkhitmat di PR tapi juga dilibatkan hingga PAC dan PC IPPNU. Khemm! jalan yang mudah-mudahan yang ujungnya memberikan barokah atas secuil pengabdian yang bisa saya lakukan di IPPNU”
(Usmaniyah, sekertaris PR IPPNU Larangan Tokol 2017-2019)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

TERPOPULER

To Top